Aja Were

Jahe

Jahe adalah simbol rajas yang akan dapat menyebabkan terlahirnya prilaku agresif, egoistis, dinamis, dan penuh hasrat.

Sebagaimana maknanya dalam penggunaan segehan dalam kehidupan sehari-hari.

Secara ilmiah jahe dikatakan memiliki sifat panas seperti halnya semangat hidup yang dibutuhkan oleh manusia tapi tidak boleh emosional.

Dengan segehan inilah diharapkan dapat menetralisir dan menghilangkan pengaruh buruk/negatif dari limbah tersebut. 

Segehan adalah lambang harmonisnya hubungan manusia dengan semua ciptaan Tuhan.

Karena itu semangat dan motivasi sangatlah dibutuhkan oleh setiap orang agar dapat mencapai tujuan hidupnya.

sebab semangatlah yang dapat mendorong kita untuk dapat bertindak dan meraih apa saja yang menjadi impian kita.

Dan selanjutnya salam pembuatan segehan agung (Atuunan), penggunaan tempelosan kecil yang berisi bawang serta jahe yang diiris-iris, beras dan garam dalam penelitaian semioka dalam salah satu ejurnal Unipas dikatakan bahwa : 
Tempelosan berbentuk segitiga yang merupakan simbol Tri Murti (Tiga manifestasi Hyang Widhi Tuhan Yang Maha Esa dalam wujud Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa).  
Dan kedua sifat tersebut (rajas dan tamas) dinetralisir oleh simbol garam (uyah) sehingga menjadikan ketiga sifat tri guna memiliki komposisi yang ideal.
***