Aja Were

Apan pran eti svadhaya grbhito

Apan pran eti svadhaya grbhito artinya jiwa yang memiliki tubuh sementara pada saatnya nanti juga akan dapat mengambil bentuk keberadaan lain mahluk seperti yang tersirat dalam Rig Veda I.164.38 terkait dengan siklus samsara dalam perjalanan panjang sang atman dalam menembus dimensi ruang & waktu.

Dan sejatinya kita semua adalah para pengembara samsara yang terus berkelana selama milyaran tahun dari satu tubuh fisik ke tubuh fisik lainnya, dalam siklus kelahiran, kehidupan dan kematian yang terus menerus terjadi berulang-ulang (Tri Kona).

Dalam ajaran agama Hindu proses kehidupan yang selalu berputar putar / berulang ulang lahir (utpeti), hidup (sthiti) dan mati (pralina), tiada henti di sebut Samsara. 

Samsara pada dasarnya adalah suatu penderitaan. menderita disebabkan karena Dosa.

Hidup dalam alam Samsara / punarbhawa ibarat seperti ulat ataupun lintah yang berjalan pada seuntai dedaunan, yang setelah mencapai ujungnya, akan melekukan badannya kearah batang baru; 

Demikian juga halnya sang atman setelah meninggalkan suksma sarira (badan kasar /badan wadag) akan melekukan badannya kedalam tubuh yang lain atau yang baru dengan disertai karma wasana sebagai pengikutnya yang setia.

Untuk itu, sebagai umat Hindu (ref) disebutkan wajib untuk memahami bahwa alam samsara itu terjadi akibat dari pahala atau karma yang belum sempurna semasa manusia hidup dan ketidaksempurnaan karma bersumber pada unsur maya yang mengikat sang atman dalam bentuk kenikmatan duniawi, lepaskan diri dari samsara dengan penguatan pada pengendalian Indria serta memahami bahwa atman adalah Brahman dan tercapainya tingkatan pengetahuan yang sejati /Jnana jalan menuju alam kamoksan.
(Brhadaranyaka Upanisad, IV.4.6)
***