Aja Were

Sugih

Sugih artinya kaya yang dalam bahasa Balinya disebutkan :
Mendapatkan awalan ke menjadi kesugihan yang berarti kekayaan.
Sugih artha berana artinya kaya akan barang-barang duniawi yang dapat bersifat materialistis.
Dan kaya akan pengetahuan disebut dengan kata "Ririh" atau keririhan.
Diceritakan dalam sebuah Lawak Bondres Inovatif dalam bebanyolan tradisional Bali yang mengambil tema ‘’Sugih Nagih’’, mengisahkan kehidupan masyarakat di Desa Larangan yang semakin sulit.
Kesenjangan yang terjadi membuat setiap orang harus bekerja lebih keras untuk menjalani hidup masing-masing. 
Sifat Materialisme yang berkembang menjadikan uang sebagai raja dan melupakan bahwa kita hidup dalam masyarakat sesungguhnya adalah bersaudara.
Setiap orang di Desa Larangan bersedia melakukan apapun demi uang, semua yang menghasilkan uang akan menjadi rebutan untuk dijual bahkan bunga kamboja (bunga jepun) dijual demi kepentingan segelintir orang. 
Penjualan yang membabi buta tidak hanya menjual bunga jepun tapi sampai-sampai pohon kamboja bahkan tanah tempat pohon kamboja itu pun pada akhirnya siap untuk dijual.
Bunga jepun disimbolikkan sebagai kesucian. 
Layaknya Pulau Bali, terjualnya kesucian akan memberikan dampak buruk apalagi belakangan ini tidak hanya kesucian yang telah dilanggar dan terjual bahkan lahan-lahan yang seharusnya dipertahankan telah beralih fungsi dan kepemilikan demi perjuangan hidup.
Lantas, apakah kisah masyarakat Desa Larangan ini juga akan kita alami dalam keseharian kita..??
Siap melakukan apapun demi uang, demi kaya secara mendadak atau jadi OKB ..?
Demikian sebagai renungan untuk kita kedepannya agar menjadi lebih baik.
***