Anima

Anima adalah kekuatan Sang Hyang Widhi yang maha kecil dan dapat merubah diriNya dalam seketika untuk dapat meresapi segala sesuatu termasuk alam pikiran manusia yang merupakan salah satu bagian dari Asta Dala dalam kemahakuasaanNya.
Kata Anima juga disebutkan adalah bentuk istilah noun-feminin dalam bahasa Sansekerta yang berasal dari kata anu yang berarti atoom. 
Maka istilah Anima dapat diartikan kecil-sekecil kecilnya. 
Jadi Anima sebagai salah satu sifat keistimewaan Tuhan (Sadasiwa) yang mengandung arti bahwa Tuhan dapat mengambil wujud yang sekecil-kecilnya.
Susuksmo wai yatha dehah athulam tyaktwa yathecchaya,
Animan tri sariranca yati tenocyatenima, Awak nira ikang aganal, yateka matemaham malit, Alit ngaranya wenang umajnani ikang ajnana, Masuk metu kadi raray masiluruping wwai, Yeka anima ngaranya. (Sudarshana Devi, 67, hal 68).
Artinya:
Badannya yang besar, jika dikehendaki dapat menjadi kecil sekecil-kecilnya, demikian yang disebut Anima. Badannya yang besar itu dapat menjadi kecil, kecil itu maksudnya bahwa dia dapat menjadi tidak tahunya orang yang bodoh, akan keluar masuk-nya, bagaikan bayi yang berkecimpung dalam air, itulah yang disebut Anima.
Memperhatikan sloka tersebut di atas bahwa keistimewaan daripada animanya, maka Tuhan dapat meresapi segala sesuatu. Beliau dapat keluar masuk dalam semua benda di alam semesta ini, termasuk dalam diri manusia.
Seperti halnya dalam tingkatan pelaksanaan upacara yadnya yang juga disebut sebagai bagian yang paling nista atau yang terkecil dalam ukurannya namun memiliki makna yang sangat besar.
Dan dapat mensyukuri atas apa yang telah Tuhan berikan merupakan sesuatu hal yang sangat kecil namun dikatakan memiliki makna yang sangat suci. 
***