Aja Were

Mina

Mina adalah hal-hal yang berkaitan dengan ikan yang tergolong sato dalam satwa air.
  • Mina dalam perhitungan paringkelan :
    • Urip Jejepan / Pantangan => 1
    • Ingkel => 3
  • Dalam seni dan arsitektur Bali, Gajah Mina berarti ikan berkepala gajah.
Dalam beberapa purana, berkisah tentang sejarah kuno dan teks-teks lontar yang menjadi pedoman bagi masyarakat Bali khususnya bagi umat Hindu sebagai ciri khas ornamen penggunaannya baik dalam ukiran, patung maupun artefaknya disebutkan seperti halnya.
  • Kala Mina. dalam dewasa ayu disebutkan baik untuk membuat peralatan penangkap ikan, tombak, dan baik untuk menangkap ikan.
  • Bentuk dan jenis petulangan gajah mina idealnya kombinasi dari binatang gajah dan ikan berupa binatang purba sejenis ikan berkepala gajah, dipakai oleh golongan wesia.
  • Dimana ikan juga disebut dengan kata "ulam" sebagai lauk pauknya dalam rerasmen, sebagai lambang bicara yang baik untuk didengarkan.
  • Dewa Wisnu yang berwujud sebagai ikan raksasa pada saat jaman satwa air untuk menyelamatkan bumi ini dari air bah dikisahkan dalam dalam Matsya Purana.
  • Mina yang berhubungan ingkel dalam rumus perhitungan wariga kalender saka bali yaitu bilangan wuku dibagi 6 yang memiliki sisa 3.
  • Rumus Perhitungan Paringkelan dalam Pewarigaan Babad Bali, dimana perhitungannya tidak jauh berbeda dengan wewaran.
Sebagai tambahan, selain itu kombinasi ikan dalam peradaban kuno di dunia juga disebutkan yaitu :
  • Duyung merupakan makhluk air yang memiliki kepala dan tubuh layaknya seorang perempuan dan ekor menyerupai ikan.
  • Dll
Ingkel yang merupakan daftar pantangan yang harus dihindari pada periode tertentu dimana  disebutkan pewarigaan berkaitan dengan ingkel dalam Babad Bali disebutkan bahwa :
Hendaknya hindarilah atau janganlah juga menyakiti ikan pada hari-hari tertentu yang memiliki siklus beringkel mina tersebut.
***