Aja Were

Satha Pata Brahmana

Satha Pata "Sathapata" Brahmana merupakan kitab brahmana dari Yajurveda, yaitu ilmu tentang upacara yadnya sebagai warisan leluhur.
Dan kitab ini juga berkaitan dengan uraian panjang tentang ketuhanan dan teologi, teristimewa observasi tentang jalannya upacara kurban suci, sebagaimana yang dijelaskan dalam kutipan kitab suci Yayur Weda tersebut.
Dalam pelaksanaan caru, sebagai bagian dari upacara butha yadnya, dengan jumlah urip 33 dari panca wara yang menurut Satha Pata Brahmana ini pula disebutkan para dewata berperan menjaga keselamatan bhuwana agung.

Satapatha Brahmana juga merupakan salah satu tonggak dalam perkembangan literatur dalam Veda.

Beberapa abad mesti dilalui semenjak Perang Mahabharata sampai pada penulisan Satapatha Brahmana ini, karena Satapatha Brahmana menunjukkan kehilangan yang luar biasa sains dalam Veda. 

Ada beberapa ide baru dalam Satapatha Brahmana yang tidak terdapat dalam Veda. 
Hampir tidak ada legenda tentang penciptaan dunia kuno yang sumbernya tidak bisa dilihat di Satapatha Brahmana.
Gelombang kedua emigrasi dari India terjadi setelah penulisan Satapatha Brahmana, dan sekelompok dari mereka tinggal di Yunani.

Jadi mitologi Yunani juga meminjam / berkaitan langsung dengan Satapatha Brahmana ini. 
Banyak legenda Yunani tidak akan ditemukan dalam Veda tapi bisa dilihat di Satapatha Brahmana, dan makna inilah yang menunjukkan lubang besar dalam teori Veda berasal dari luar India. 
Jika semua ras Indo-Eropa punya asal lain darimana mereka tersebar, maka legenda Yunani seharusnya sama dengan Veda bukan dengan Satapatha Brahmnana. 

Paling tidak ada tiga emigrasi besar dari dari sejarah India kuno yang terjadi dalam tiga kurun waktu,
  • Pertama setelah Perang MahaBharata,
  • Kedua setelah penulisan Satapatha Brahmana dan
  • Ketiga setelah penyusunan Purana yang pertama.
Demikian dijelaskan dalam Pesamuan Campuan Ubud-Bali yang berkaitan dengan Bhagavad Gita bukan Pancama Veda [Veda Ke-5]! namun memiliki nilai pendidikan, tujuannya agar orang mengerti bahwa dengan berbuat baik akan mendapat pahala baik.
***