Aja Were

Chanda

Chanda adalah guru lagu sebagai seni vokal yang merupakan salah satu bagian dari pancapagendha sebagai persembahan sadhana bhakti seperti halnya digunakan dalam alunan Weda dll. 
Adapun sebagai cabang wedangga, Chanda (Lagu) ini juga disebutkan khusus membahas aspek ikatan bahasa dari sejarah penulisan Weda, 
Sehingga peranan Chanda sangat penting. 
Karena dengan Chanda itu, semua ayat-ayat itu dapat dipelihara turun temurun seperti nyanyian yang mudah diingat. 

Dalam memahami Veda sebagaimana dikutip dari teknik pembacaan dan menghafal sloka dan mantra weda, seorang disebutkan tidak hanya pasih dalam penguasaan tata bahasa (grammar) dan ilmu akar kata (etimologi) tetapi harus memahami aksentuasi. 
Mantram-mantram Veda mengalir dengan penekannan -penekanan yang indah. 
Para Ṛṣi tidak hanya gigih memelihara dan mempertahankan mantram-mantram Veda dengan merapalkan dan mengingatnya, tetapi mereka juga mengabadikan cara penekanan ucapan atau aksentuasi dalam pengucapan mantram Veda. 
Ada dua jenis pembacaan Veda, yaitu : Padapāṭha dan Saṁhitāpāṭha. 
  • Padapāṭha adalah pembacaan setiap kata pada setiap baris dengan jelas dan terang. 
  • Sedangkan Pembacaan dengan di-saṁdhi-kan (digabung /ditemukan antara kata yang satu dengan yang lain) disebut Saṁhitāpāṭha. 
    • Saṁhitāpāṭha merupakan peluluhan dua atau tiga huruf (svara / vyañjana) yang menimbulkan bunyi yang halus dan setiap kalimat bahasa Sanskerta dapat dianggap merupakan rangkaian dari Saṁdhi. 
Pemutusan saṁdhi kepada bentuk asalnya dianggap akhir dari sebuah kalimat.
***