Aja Were

Aget

Aget, itulah kata yang sering terucap manakala musibah menerpa.
Sebuah kata yang terkadang sulit jika diartikan.
Namun bukan berarti kita menyukuri atas musibah yang terjadi. 
Seperti halnya,
Meskipun terkena musibah, selalu merasa bersyukur, selalu aget.
Bahkan kadang kematian pun disyukuri. "aget mati", biar tidak sengsara hidupnya.
Kadang di Bali, kata ini berarti ucapan bersyukur atau turut mendoakan yang mendapatkan musibah agar selalu selamat.

Misalnya, 
Suatu kecelakaan lalu lintas terjadi beberapa waktu lalu, dengan terjungkalnya sebuah mobil . . . . .dan pengendaranya selamat dari maut, hanya mengalami patah tulang . . . . .
Dalam menyikapi hal ini , . . . sering terlontar ungkapan . . . 
" Miiiih . . . AGET batak LUNG, UNTUNG sing MATI . . . . . . .
Art bebasnya,
Aduh.. syukur masih patah kaki, untung tidak mati.
APAPUN YG TERJADI TETAP UNTUNG;
Itulah mungkin makna yang terkandung dalam kata aget yang terlontarkan.
Terkadang dalam sebuah musibah yang menimpa,
Ada yg berdoa,
Ada yang khawatir dan mengeluh,
Ada yangg bertindak langsung membantu, dsb.
Sebuah isyarat yang dapat dipetik bahwa sesungguhnya keadaan apapun sebaiknya kita tetap tenang sehingga bisa mencari solusi yang terbaik.
Pertanyaanya bagaimana kita bisa tetap merasa tenang?
Bersyukurlah jawabannya. 
Bersyukur adalah menerima apapun yg terjadi sebagai anugerah Hyang Widhi.
Lalu bagaimana kita bisa bersyukur secara nyata? 

Ada banyak cara tentunya, nah salah satunya di Bali kita sering mendengar orang mengatakan : 
"Untung, ....bla...bla..". atau dalam bahasa bali "Aget,...bla..bla...". Cara ini adalah cara nyata untuk menumbuhkan rasa syukur yang nyata di dalam diri.
Ini baik sekali, dikutip dari berbagai sumber referensi untuk itu marilah kita hidupkan lagi kebiasaan positif ini.
***