Aja Were

Indigo

Indigo adalah pengembaraan dalam dimensi waktu oleh mereka yang memiliki kemampuan untuk menggunakan suksema sarira/badan halusnya dan badan halus orang atau makhluk lain sebagai medium.
Sebuah karunia yang dimiliki dengan memiliki sensitifitas otak lebih disebutkan dapat bekerja pada frekuensi sangat rendah, yaitu frekuensi Alpha ke bawah sebagai pembawa informasi dan dipancarkan kembali sebagai bentuk penyampaian informasi atau perintah. 
Dengan gelombang otak berfrekuensi sangat rendah tersebut, sehingga mudah dipantulkan oleh penghalang, seperti partikel debu dan akan tersebar sehingga mudah dikumpulkan.
Sebagaimana disebutkan dalam Pasraman Girinatha, kekuatan otak yang tidak umum dan aneh ini sering dihubung-hubungkan dengan mistik
Padahal kemampuan ini murni kelebihan daya kerja otak dari manusia secara umum, hingga mampu terhubung dengan dimensi yang lebih tinggi.
Gelombang berfrekuensi rendah ini merembet dan memantul ke sana kemari dengan kecepatan cahaya kemudian diindra oleh sensor di otak orang indigo dan diolah di otak untuk diubah menjadi sebuah gambaran.
Kemampuan membaca pikiran dan perasaan – menangkap gelombang – dimiliki hampir semua orang Indigo, termasuk juga anak-anak Indigo yang masih bayi. 
Sedangkan kemampuan berkomunikasi jarak jauh – mengirim gelombang – hanya dimiliki oleh orang Indigo tertentu saja.
Gelombang tersebut dipancarkan oleh setiap makhluk yang terlibat dalam peristiwa itu, bahkan benda mati sekalipun memancarkan gelombang dari gerak elektron pada atom dan getaran molekulnya.
Kemampuan ini meliputi juga kemampuan melihat benda-benda yang tersembunyi atau berada di suatu tempat yang tertutup.
Kemampuan untuk menetapkan suatu peristiwa di masa depan termasuk kemampuan sulit yang jarang dimiliki oleh orang Indigo secara umum.
Prediksi diperoleh dengan cara yaitu dengan jalan mengembara di dimensi waktu. Rahasianya terletak pada keanehan sifat dimensi waktu. Dimensi waktu tidak berbentuk linier seperti dimensi ruang, tapi berbentuk spiral dengan arah putaran ke dalam dimensi ruang seperti anda membayangkan tangga berputar berbentuk spiral di dalam sebuah gedung.
Hal ini tentu berhubungan dengan kemampuan melihat dan membuat peristiwa di masa lampau dan prediksi untuk masa yang akan datang.
Dalam pengembaraan yang dilakukan oleh para pakar dunia lain di Bali seperti halnya :