Ksaya

Ksaya artinya takut akan berkurangnya harta benda dan kesenangannya sehingga sifatnya sering menjadi kikir.
Merupakan bagian dari Panca Bahya Tusti yang dikatakan dapat menyebabkan kesengsaraan.
Diceritakan walau di bawah terik matahari, seorang ibu dan anaknya tetap semangat bekerja.
Sebutlah ibunya bernama Ibu Darmi dan anaknya bernama Prasaja.
Saking panasnya, berulang kali ibu dan anak itu harus meneguk air dari botol minuman yang mereka bawa. Lama kelamaan akhirnya air dalam botol pun habis.
Tiba saatnya Prasaja yang kehausan itu hendak minum, tapi sangat disayangkan setetes air pun tak tersisa, lalu dia pun merengek kepada ibunya untuk mencarikan air.
Melihat hal itu, Bu Darmi segera pergi mencarinya. Ketika meyusuri jalan, tiba-tiba dia melihat sebuah keran air yang terletak di luar sebuah toko kecil yang cukup ramai pembeli sedang berbelanja (metumbasan). Kebetulan di sana ada seorang karyawan yang sedang menyapu di luar toko. 
Lalu Bu Darmi pun memberanikan diri berkata tuk meminta sebotol air keran tersebut.
Karyawan yang baik hati itu tanpa banyak kata mempersilahkan Bu Darmi untuk mengambilnya. Tapi sangat disayangkan, baru setengah dari botolnya terisi, keluarlah pemilik toko dan menghardik Bu Darmi dengan kata-kata kasar. Tak luput karyawannya sendiri juga di maki-maki karena memberikan izin. 
Walau sudah berkali-kali Bu Darmi meminta maaf, namun si pemilik tak juga berhenti mengoceh. Mendengar keributan itu, para pembeli pun keluar melihat peristiwa yang sedang terjadi.
Banyak yang menyayangkan atas sikap dan kata-kata pemilik toko yang keterlaluan itu. Karena kasihan, beberapa orang pembeli lalu menggandeng tangan Bu Darmi untuk meninggalkan toko tersebut. 
Pembeli lainnya, yang merasa kesal melihat tingkah laku pemilik, akhirnya mengurungkan niatnya untuk membeli barang di toko itu.
Akhirnya toko itu pun lambat laun gulung tikar. 
Demikian diceritakan dunia punya cerita dalam pemberian yang dikatakan "Semakin banyak memberi, maka semakin banyak akan di terima".
***