Aja Were

Isa

Isa (dalam kitab Upanisad) disebutkan artinya yaitu Ia Yang Maha Esa
Dan apa yang ada di dunia ini, yang berjiwa ataupun yang tidak berjiwa dikendalikan oleh Īśā.
“Īśā vāsyam idam sarvam

Yat kiñca jagatyām jagat
Tena tyaktena bhuñjīthā
Mā grdhah kasya svid dhanam”
Terjemahannya:
Sesungguhnya apa yang ada di dunia ini, yang berjiwa ataupun yang tidak berjiwa dikendalikan oleh Īśā (Yang Maha Esa), oleh karena itu orang hendaknya menerima apa yang perlu dan diperuntukkan baginya dan tidak menginginkan milik orang lain.
Segala yang ada di alam semesta ini dikuasai dan dikendalikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. 
Demikian juga dengan kelahiran manusia di dunia ini, ada yang dilahirkan sebagai wanita dan ada yang di lahirkan sebagai laki-laki. Sesungguhnya itulah yang memang sudah digariskan untuk kita. Jangan pernah memandang baik buruk dari keduanya.
Apapun bentuk dan wujud dari yang ada di dunia ini memiliki kehidupannya masing-masing. Memiliki makna yang sangat majemuk untuk keselarasan, keseimbangan dan keberlangsungan alam semesta. 
Tuhan mencipta berbagai jenis mahluk berpasangan, dengan tujuan untuk menciptakan keseimbangan dan jiwa. 
*** 
Agar mendapatkan keselamatan dan kerahayuan jagat, dalam kutipan mantra pejati juga disebutkan dapat diucapkan sebagai berikut :
Oṁ namaste bhagavan Agni
Namaste bhagavan Harih
Namaste bhagavan Isa
Sarva bhaksa utasanam
Tri varna bhagavan Agni Brahma Visnu Mahesvara
Saktikam pastikanca raksananca saiva bhicarukam.
Sebuah kata yang diucapkan semoga diberikan keselamatan dan kerahayuan bersama.
***