Aja Were

inca

Festival of the Sun, Peru
Kata inca berasal dari kata ina yang berarti matahari.
Atau surya dalam bahasa sansekerta / Balinya.
Seperti halnya kita di Bali dalam sebuah tradisi sebagai warisan leluhur, di Peru perayaan Soltis juga sebagai pemujaan kepada dewa matahari.

Perayaannya biasanya dirayakan jatuh pada tanggal 21 juni dan 22 desember, yaitu pada hari-hari ketika matahari telah sampai pada titik deklanasinya di sebelah selatan dan di sebelah utara untuk kembali lagi pada peredarannya. 
Sebagaimana biasa mulai tanggal 21 juni matahari ada di titik bumi belahan utara ’’Utarayana’’, waktu yang dipandang baik untuk melaksanakan upacara yang berkaitan dengan dewa yadnya
Tanggal 22 desember matahari berada di titik bumi belahan selatan ’’daksinayana’’ saat waktu itu dipandang baik untuk melaksanakan upacara yang berhubungan dengan Bhuta Yadnya
Dewa matahari menurut keyakinan umat Hindu Indonesia ’’Bali’’ disebut Siwa Raditya =surya= matahari. 
Pemujaan kehadapan dewa matahari ’’surya raditya’’ terbiasa dilakukan oleh umat hindu kita, sebagaimana juga dilaksanakan oleh bangsa Inca di Peru.
Demikian dijelaskan dalam sejarah dan perkembangan Agama Hindu oleh ngurahobelixs di Peru sebagai bukti peninggalan sejarah dan kepercayaan masyarakat dunia yang dapat kita pergunakan sebagai dasar untuk menyatakan dan mempelajari bahwa Agama Hindu pernah berkembang di negara-negara lain.
***