Tahukah Anda ? Yasa kerti lan bhakti... memargi antuk manah suci.

Nomaden

Nomaden adalah kehidupan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain yang kadang-kadang berteduh di dalam sebuah goa;
Dimana pada zaman dahulu bertujuan untuk dapat mengumpulkan bahan makanan agar tetap bertahan hidup.
Perkembangan kehidupan nomaden ini dalam sejarah Bali disebutkan bahwa :
Pola kehidupan mereka yang berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain tersebut Sebagai tambahan dalam serbasejarah berkaitan dengan tahapan perkembangan kehidupan masyarakat pra aksara di Indonesia, dijelaskan pula bahwa sangat bergantung kepada alam. 
Apa yang mereka makan adalah bahan makanan apa yang disediakan alam. Buah-buahan, umbi-umbian, atau dedaunan yang mereka makan tinggal memetik dari pepohonan atau menggali dari tanah. 
Jika bahan makanan yang akan dikumpulkan telah habis, mereka kemudian berpindah ke tempat lain yang banyak menyediakan bahan makanan. 
Di samping itu, tujuan perpindahan mereka adalah untuk menangkap binatang buruannya. Pada masa nomaden, masyarakat pra aksara telah mengenal kehidupan berkelompok. Jumlah anggota dari setiap kelompok sekitar 10-15 orang. 
Bahkan, untuk mempermudah hidup dan kehidupannya, mereka telah mampu membuat alat-alat perlengkapan dari batu dan kayu, meskipun bentuknya masih sangat kasar dan sederhana. 
Ciri-ciri kehidupan masyarakat nomaden adalah sebagai berikut: 

  • Selalu berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, sangat bergantung pada alam. 
  • Belum bisa mengolah bahan makanan, hidup dari hasil mengumpulkan bahan makanan dan berburu.
  • Belum memiliki tempat tinggal yang tetap, peralatan hidup masih sangat sederhana dan terbuat dari batu atau kayu.
***
Berakhirnya masa nomaden ini diceritakan ditandai juga dengan integrasi dengan kebudayaan dari luar.
Penduduk Bali secara berangsur-angsur meninggalkan pola hidup nomaden, mulai hidup bertempat tinggal di suatu daerah dengan batas-batas wilayah tertentu yang disebut pedukuhan, belajar bercocok tanam dan bermasyarakat, serta penerapan tata kelola subak sebagai sistem distribusi irigasi untuk pertanian dan perkebunan.
***