Aja Were

Bale Pengangen - Angen

Bale Pengangen - Angen adalah aula luas di mana banyak sekali orang duduk bersila menunggu sesuatu dalam perjalanan atman menuju sorga.
Karena adanya atma yang masih diliputi oleh keinginan dan kemauan yang berhubungan dengan keduniawian, tempat ini disebutkan keadaannya cukup mirip dengan alam manusia yang merupakan bagian dari Yama Loka sebagai tempat transit atau tempat tinggal sementara.
Kata Nabe saat diadakannya prosesi dalam upacara Seda Raga :
Mereka yang duduk-duduk itu belum dikenali oleh Bhatara Kawitan karena belum disembah dan diupacarai oleh keturunannya.
Di sini lengan saya ditarik dengan kasar oleh seorang raksasa dan disuruh duduk di lantai di hadapan seorang pendeta yang duduk di atas singgasana emas. 
Di samping pendeta itu berdiri seorang tua yang berwibawa, berwajah kaku, tanpa ekspresi. Belakangan Nabe mengatakan: raksasa itu bernama Sang Dorakala dan pendeta / sulinggih yang duduk di kursi singgasana itu merupakan Bhatara Kawitan yang didampingi oleh Sang Suratma.
***