Aja Were

Teladan

Teladan adalah sesuatu yang menjadi panutan sebagai petunjuk atau pelajaran kehidupan.

Atau sesuatu yang dapat ditiru dan dicontoh seperti yang disebutkan dalam kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Dalam asta brata disebutkan;

Hendaknya seorang pemimpin juga harus mampu menjadi teladan untuk berbuat kebaikan.

Ibaratnya kemilau Kartika atau bintang yang dapat memberikan sinar indah kemilau walaupun jauh di langit, sehingga dapat menjadi petunjuk arah bagi yang memerlukannya.

Jadi apapun yg dilakukan pemimpin umumnya akan ditiru oleh masyarakat bawahannya. Seandainya pemimpin hanya memberikan perintah larangan untuk tdk melakukan hal yg benar, tetapi pemimpinnya sendiri melakukan hal yang terlarang, hal ini sudah tentu menyebabkan terjadinya protes, demo dan lain sebagainya. 

Oleh karena itu disebutkan seorang pemimpin harus konsisten dan bertanggung jawab terhadap apa yang telah diucapkan dan dilaksanakan.

Dalam pelajaran kehidupan; 

Keteladanan itu ibaratnya seperti seekor elang betina yang mendidik anak-anaknya agar dapat tumbuh menjadi seekor burung yang perkasa.

Diceritakan ada seekor elang betina sebagai ibu yang teladan dalam mengurus anak mereka dengan cinta.
Sebelum bertelur, ia menyiapkan sarang di bukit tinggi, di bawahnya jurang.
Rangkanya dari ranting keras & duri tajam di lapisi rumput² halus & cabutan bulu dari dada ibu agar sarang jadi nyaman.

Setelah di erami, telur menetas & jadilah anak elang.

Saat anak elang lapar, paruhnya akan di tengadahkan lalu sang ibu memasukkan makanan hasil buruan.
Anak elang pun tumbuh jadi besar.
Kala angin kencang berhembus sang ibu merentangkan sayap, menutup sarang untuk memberikan perlindungan.

Suatu saat anak elang kaget, ransum makanan tiba² dihentikan, perangai sang ibu berubah tajam,

"Ibu kenapa begini?"

Di waktu yang lain anak elang kaget lagi saat sayap sang ibu di kibaskan,rumput halus & bulu berhamburan keluar sarang, tinggal duri tajam menusuk badan.

"Ibu, tega nian?"

Anak elang juga kaget waktu mereka di usir dari sarang, di dorong keluar, jatuh melayang,

"Ibu kenapa kau mau bunuh anakmu?"

Ketika hampir sampai dasar jurang, sang ibu menyambar cepat & menyelamatkannya.

Demikianlah ber-kali² mereka di jatuhkan, sampai suatu saat anak elang mulai mengepakkan sayap & bisa terbang.

Dan akhirnya orang tua elang dengan riang mengajak si anak terbang di atas awan, belajar mencari binatang buruan dan barulah si anak elang sadar ortu nya mengajarkan kerasnya kehidupan.

Demikianlah diceritakan, Orang tua hendaknya harus seperti elang, mengurus anak dengan cinta, tapi ada saatnya harus tega agar anaknya bisa menjadi "orang" dikemudian hari.

Jadi saat kita tak mengerti apa yg terjadi dalam hidup ini, tetaplah percaya bahwa Tuhan punya rencana indah & memberikan yang terbaik pada kita.
***