Aja Were

Makarya

Makarya artinya keseimbangan antara mengabdi dan bekerja sebagai bagian dari filosofi karma marga.
Dan terkadang beban yang berat itu menyelamatkan hidup kita.
Diceritakan Wayan Yuliartini dalam sebuah insiden, yaitu sebuah kisah tentang 2 orang pendaki yang sedang mendaki sebuah gunung yang tinggi.
Namun ketika mereka berdua dalam perjalanan turun dari gunung dan berjuang melawan suhu dingin yang ekstrim, tiba-tiba mereka bertemu seorang pendaki lain yang kakinya terjepit di antara bebatuan sehingga mengalami cedera.
Salah seorang memutuskan utk menolong orang asing tersebut, sementara seorang lainnya justru memilih untuk terus berjalan menyelamatkan diri sendiri.

Tubuh orang yang tidak berdaya itu dipikul diatas punggung sang pria dan mereka berdua melanjutkan perjalanan dengan tertatih-tatih.

Sesekali saat sang pria merasa kelelahan, ia istirahat sejenak sebelum melanjutkan lagi perjalanan.

Meski penuh perjuangan
Mereka berdua berhasil tiba di kaki gunung dengan selamat.
Anehnya, justru temannya yang sudah berjalan jauh di depannya ternyata belum sampai. Seharusnya ia sudah tiba duluan.

Hingga beberapa jam kemudian, tim SAR menemukan temannya itu beku di tengah perjalanan. 
Tubuhnya tak sanggup melawan cuaca dingin yg menusuk tulang itu.
Tersadarlah si pria itu bahwa justru karena beban berat yang ia pikul yang menyebabkan tubuhnya tidak membeku. 
Ditambah lagi punggungnya yang bersentuhan dengan orang yang ia tolong, menjaga panas tubuhnya.
Sekali lagi terbukti bahwa kadang beban yang berat itu menyelamatkan hidup kita.
***