Tahukah Anda ? Yasa kerti lan bhakti... memargi antuk manah suci.

Dhruva

Dhruva adalah seorang anak yang gigih menjalankan tapa dan meditasi sehingga akhirnya mendapatkan anugerah dari Dewa Wisnu yang sangat hebat.
Dalam Brahma Purana disebutkan bahwa Beliau merupakan putra dari Raja Uttanapada dengan permaisurinya yang bernama Suniti.
Dahulu kala, suatu ketika diceritakan oleh HinduInspiratif, kakak tirinya yang bernama Uttama (yang terlahir dari Suruci, ibu tirinya) berada dipangkuan ayahnya dan hanya ingin bersama ayahnya saja. 
Ketika itu Drhruva sedang melihatnya. 
Namun, Suruci ibu tirinya justru mengejek Dhruva. Dhruva sangat terpukul akan ucapan ibu tirinya dan meninggalkan tempat tersebut . 
Kemudian Ia mencari ibu kandungnya sekaligus menceritakan kejadian tersebut. 
Sang ibu Suniti menasehati anak kandungnya itu.
Beliau menyarankan Dhruva agar melakukan tapa. Dhruva-pun meninggalkan tempat  itu dan pergi untuk melakukan pertapaan.
Saat Dhruva melakukan apa yang diperintahkan oleh ibunnya, ditengah perjalanan ia bertemu dengan Rsi Narada. Dan Sang Rsi pun menemui dan menyapanya ;
“Engkau adalah seorang anak kecil, Dhruva! 
Bagaimana mungkin engkau menemuiNya dengan melakukan pertapaan dan Yoga yang begitu mendalam, kosentrasi dan bebas dari nafsu, yang mestinya dilakukan dengan beberapa kelahiran? 
Berhentilah dengan usaha itu, untuk saat ini anakku. Cobalah nanti, ketika engkau telah menikmati semua benda-benda duniawi dan telah menjadi tua”. 
Dhruva sebenarnya dikisahkan pada saat itu masih berumur lima tahun. Dengan saran dari Rsi Narada diatas, 
Dhruva justru tidak mau melakukanya. Akan tetapi dia meminta dan memaksa Rsi Narada agar mengajarkan meditasi kepadanya. 
Karena kegigihan dan tekad dari anak itu, Rsi Narada menginisiasi Dhruva dengan mantra yang suci. Mantra itu adalah mantra “ OM namo bhagavate vasudevaya”. 
Kemudian Bhagawan atau Rsi Narada mengajarkan bagaimana cara melakukan meditasi kepada Vasudeva. Sang Rsi menyarankan melakukan pertapaan di Mathura.

Dhruva-pun memulai tapa kerasnya. Beliau berdiri dengan satu kaki dan hanya hidup dengan udara saja. dari waktu ke waktu, ahirnya Dhruiva dapat menguasai dirinya melalui nafas dan kosentrasi yang mendalam. 

Selanjutnya Ia melihat cahaya ilahi/ketuhanan di dalam dirinya sendiri. Bhagavan sebagai perwujudan ilahi menarik cahaya ilahi yang ada dalam diri Dhruva, dan pada saat ia istirahat dari samadhinya.

Ia melihat hal yang sama diluar dirinya. Namun tak sepatah katapun yang Ia ucapkan. Bhagavan kemudain menyapaNya 
“Oh, engkau pemuda ksatriya! Aku tahu keteguhan hatimu, sehingga kamu selalu berhasil. 
Aku akan memberikan suatu tempat yang senantiasa cerah, diaman nirvana tetap selamanya. Planet dan bintang-bintang selalu terikat pada tempat itu. 
Mereka yang hidup pada satu kalpa akan mengalami kematian, namun tempat ini tidak akan pernah dapat dimusnhakan. Dharma, Agni, dan Kashyapa, Indra dan tujuh Rsi, dengan segala yang bercahaya dilangit ini, secara tetap berputar mengelilingi tempat itu. 
Engkau akan menggantikan ayahmu menjadi Raja dan memerintah selama tiga puluh enam ribu tahun. kakakmu Uttama akan lenyap disebuah hutan, demikianpula ibu tirimu. Sedangkan Suruci akan mati karena mengejar anaknya di tengah hutan. 
Ahirnya tempatmu akan berada dalam tempatku bersemayam, lebih tinggi dari rsi-rsi itu dan tidak akan kembali kebumi ini”.
Setelah pertapaan berakhir, Dhruva-pun melanjutkan perjalanan pulang. Kemudian Dhruva menemui orang tuanya dan menggantikan posisi ayahnya menjadi raja. 
Dia menikahi Brahmi, putri dari Shishumara, dan darinya mendapat dua putra yaitu Kalpa dan Vatsara. Dari perkawinanNya dengan IlA, Ia mendapat anak dengan nama Utkala. 
Pada suatu ketika di kerajaan terjadilah kejadian dimana Uttama dibunuh oleh para Yaksa yang memiliki kekuatan sangat hebat saat keluar dari pondoknya. 
Dengan demikian Dhruva membalas dendam kematian kakanya dan menuju arah urata. Ia membunuh ribuan para Yaksa tanpa dosa dan membunuh para Kinara saat pertempuran. 
Manu sangat prihatin akan kejadian ini, dan meminta Dhruva menghentikan peperangan. Dengan itu Dhruva mematuhi perintah dari Manu. 

Kubera raja dari para Yaksa menjadi sangat terkesan dengnnya dan juga memberikan berkat. Setelah tigapuluh enam ribu tahun lamanya memerintah, dua pesuruh Dewa Visnu, Sananda dan Nanda menjemput Dhruva dengan kereta menuju tempat bersemayamnya dewa Visnu seperti yang dijanjikan.
***