Mimpi

Mimpi atau ngipi dalam bahasa Bali kuno disebut 'Sempenahan'. Memang rumit apabila menggali mimpi berpedoman pada primbon namun sedikit tidaknya kita bisa mencari tahu arah mimpinya apakah pertanda baik (ayu) ataukah buruk (ala). 
Sehingga kita lebih mudah menterjemahkan maknanya. Kita mustahil bisa menterjemahkan mimpi sampai seratus persen, kita hanya bisa meraba-raba maknanya. Kita akan betul-betul tahu maknanya bila sudah menjadi kenyataan. 
Di bawah ini saya salin makna mimpi berdasarkan tradisi turun temurun di Bali, disalin dari aksara Bali dari catatan bapak saya. Tidak diketahui catatan ini berasal dari mana, yang pasti dari generasi terdahulu. 
Bahasanya akan tetap dipertahankan berbahasa Bali karena bahasa mimpi sarat dengan bahasa simbol, bahasa sandi dan bahasa isyarat menggunakan bahasa lokal.
Makna Mimpi Menurut Primbon Bali, Simak Ini Siapa Tau Anda Pernah Mengalaminya, >> Selengkapnya .................

Dan pada saat menjelang tidur dalam Yoga Nidra juga dijelaskan bahwa kita perlu memiliki simbol AUM (Omkara). Bagi para bhakta yang kesehariannya
  • baik hati, 
  • suka menolong, 
  • kasih sayang, 
  • sedikit menyakiti dan 
  • sabar, simbol Aum ini kita letakkan tepat di ulu hati. Bagi para yogi serius yang bathinnya tenang-seimbang, huruf Aum ini kita letakkan di ubun-ubun atau dahi (posisi mata ketiga). 
Lalu berdoalah kepada salah satu yang entitas suci (bisa Paramatman, Dewa atau Dewi, guru spiritual, dll) yang kita pilih sendiri : “mohon saya dijaga dengan pranawa Aum ini, bimbing saya agar dalam tidur dan mimpi saya tidak melanggar ajaran dharma”.

Dan beberapa arti mimpi juga diartikan dalam agni purana yang memiliki sekitar 15.500 sloka.
***