Tungked

Tungked (atau Tongkat dalam bahasa Balinya) adalah sejenis alat bantu yang akan dapat menjadikan pemegangnya pada keyakinan atau sugesti yang lebih kuat dari sebelumnya.
  • Di Bali, pada umumnya sebuah tongkat terbuat dari kayu dengan penggunaan bahannya tertuang dalam Lontar Aji Janantaka dan Lontar Taru Pramana.
  • Biasanya tongkat itu sendiri juga akan memiliki tuah, jika selesai dibuat, tongkat dibersihkan kemudian disakralisasi lewat sebuah upacara yang bernama “pasupati”.
Diceritakan suatu ketika ada seorang “pemangku” yang membeli sebuah tongkat di pasar seni. Kemudian tongkat itu dibawa pulang dan dipergunakan sebagai mana mestinya untuk membantu jero mangku berjalan karena usianya sudah renta. 
Tongkat itu sebenarnya tidak mengalami sebuah proses sakralisasi (pasupati) atau sebuah upacara yang lainnya. Bahkan tongkat itu diletakkan sembarangan, sebentar-sebentar ada di bawah kolong tempat tidur, kemudian di dapur atau ditempatkan di depan kamar mandi, sesuai kebutuhan ke mana jero mangku lingsir itu pergi.
Suatu ketika, tongkat itu ternyata mengeluarkan sebuah mukjikzat. Ceritanya, tongkat itu dapat menyembuhkan orang sakit dan dapat melindungi sang pemilik dari berbagai macam serangan gaib. Padahal tongkat itu tidak kapasupati. 
Di sinilah perannya sebuah kualitas sang pembuat, dan menurut Jero Gede kemungkinan besar saat tongkat itu dibuat, dewasa ayu-nya sangat baik, kemudian kayu yang dipergunakan juga merupakan kayu-kayu utama yang tertera dalam lontar Aji Janantaka dan lontar Taru Pramana. 
Meskipun tidak kapasupati atau mengalami sebuah proses sakralisasi, namun tuahnya didapat dengan alami.
Demikian dituturkan oleh Jero Gede dalam Majalah Hindu Raditya berkaitan dengan membuat tongkat dari bahan bertuah sebagai salah satu barang seni yang juga sekaligus bernilai spiritual.
***