Ala Ayuning Dewasa Dalam Kalender Bali

Ala ayuning dewasa adalah istilah atau sebutan hari yang baik atau tidak baik (ala ayuning dewasa) dari penanggalan atau kalender Bali yang digunakan acuan setiap upacara yadnya di Bali. Seperti disebutkan dalam kalender bali digital ada beberapa istilah dewasa yaitu :
  • Dewasa Ayu, adalah hari yang baik.
  • Dewasa Ala Ayu, adalah hari yang memiliki hari baik dan hari yang tidak baik.
  • Dewasa Ala, adalah hari yang tidak baik.
Pedewasan / dewasa ini biasanya digunakan dalam banyak hal yaitu seperti penentuan hari yang cocok untuk upacara - upacara Hindu seperti dewasa memulai pekerjaan / usaha, upacara yadnya dan hari - hari yang baik dalam kehidupan sehari - hari.


Kalender Bali Digital
Adapun beberapa hal pengertian yang dijabarkan atas keterkaitan ala ayuning dewasa dalam Kalender Bali seperti disebutkan dibawah ini :
  • Ayu Anna  | Hari-Baik atau Hari-Buruk, untuk merencanakan kegiatan.
  • Urip Wewaran | tingkatan neptu dari tiap-tiap wewaran.
  • Urip Wuku | datangnya setiap 7 hari sekali.
Beberapa contoh dewasa ayu, alaning dewasa dan pantangan untuk memulai kegiatan tertentu dan melaksanakan upacara yadnya.
  • Dewasa Ayu seperti contohnya :
    • Buda Cemeng Klawu, hari baik untuk memulai usaha.
    • Gni Rhwana | Cocok untuk membakar batu kapur, membakar gerabah, batu bata, membakar somi (jerami batang padi sehabis panen) dan sebagainya.
    • Melaspas alit sanggah kemulan :
      • Menurut Tri Wara: Beteng
      • Menurut Saptawara: Soma,Budha,Wrespati,dan Sukra.
      • Menurut Sangawara: Tulus dan Dadi
      • Menurut Sasih: Kapat, Kalima,dan Kadasa.
      • Menurut penggabungan hari dan tanggal panglong: Mertadewa,Dewa ngelayang,Ayu nulus,Dewa mentas, dan bila Purnama sangat baik.
    • Dll
  • Alaning dewasa dalam lontar Aji Swamandala sebagai ajaran dari Bhatara Sùrya Candra yang diwarisi dari sejak dahulu kala disebutkan yaitu :
    • wuku tan paguru, 
    • sasih tan patumpek, 
    • wulan tan pasirah, 
    • Erangan, 
    • Kala Dangu, 
    • Pasah 
    • dan Prawani wulan.
  • Pantangan :
    • Pantangan untuk melaksanakan atiwa – tiwa :
    • Sasur Galungan (seminggu sebelum hari raya Galungan sampai 35 hari setelah perayaan Galungan) sebagai pantangan untuk dapat melaksanakan upacara besar khususnya acara yang bersifat terencana karena berkaitan dengan Sang Kala Tiga Wisesa yang nantinya disebutkan dapat mengganggu proses upacara yang dimaksud seperti halnya :
Namun sebagaimana disebutkan pula bahwa baik - buruknya hari - hari dalam padewasaan dalam upacara yadnya yang juga dapat diruat dengan banten pamarisudha mala dewasa yang bertujuan untuk dapat menetralisir dari ala ayuning dewasa tersebut.
***